Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

27 April, 2016

Andai Sesal Itu Datangnya Diawal

Andai Sesal Itu Datangnya Diawal

Andai Sesal Itu Datangnya Diawal. Sebuah penyesalan pasti datangnya belakangan, mungkin kalau penyesalan datangnya diawal takkan ada orang saling caci-maki, marah dan saling membenci satu sama lain. Banyak orang pasti pernah mengalami sesuatu kehilangan dimana kita ditinggal oleh orang yang ada disekitar kita, baik itu teman, sahabat, saudara atau bahkan orang tua dan orang orang terdekat kita.


Kita akan merasa kehilangan orang-orang yang ada disekiar kita ketika mereka tiada lagi di hari-hari kita. Tapi, manakala orang-orang itu masih ada disekitar kita, kadang kita kurang memperhatikan atau bahkan membencinya. Kita baru akan menyadari betapa berharganya apabila kita bisa menyayangi mereka ketika mereka masih ada. Namun penyesalan adalah penyesalan yang pasti datangnya belakangan.

SESAL

Ketika kita masih bersama
Kadang aku memandangmu tak ada
Saat kita masih sering betatap muka
Terkadang murka yang selalu ada

Namun kini saat engkau tiada
Terasa sesak didadalam dada
Ketika kini kau telah dialam fana
Barulah ku sadar betapa indahnya saat kita bersama

Sedikit renungan untuk kita bersama, cintailah dan sayangilah orang-orang terdekat disekitar kita, apalagi keluarga dan kedua orang tua kita. Kita tidak akan pernah bisa meminta maaf lagi atas semua kesalahan kita ketika orang yang kita cintai telah meninggalkan kita.

Baca juga : Fragmen Rindu Sebelas Tahun Lalu

Kita tidak akan pernah bisa lagi bercanda, main bareng, dan hal-hal yang menyenangkan lainnya. Hidup itu indah bila kita saling menghargai, menyayangi dan juga mencintai sesama.  Hidup itu indah bila kita bisa berbagi kebahagiaan. Salam.

11 Maret, 2016

Cintailah Pekerjan Kita Walaupun Kita Tidak Menyukainya

Cintailah Pekerjan Kita Walaupun Kita Tidak Menyukainya

Mempunyai sebuah pekerjaan adalah merupakan hal yang sangat didambakan oleh banyak orang, apalagi pekerjaan yang sifatnya sudah tetap. Hal ini tentunya sangatlah sesua dengan pengorbanan yang telah kita tempuh selama mengenyam kerasnya dunia pendidikan di bangku sekolah maupun perguruan tinggi.

http://poskataku.blogspot.com

Bagi orang yang mempunyai komitmen untuk selalu mandiri, mempunyai pekerjaan adalah hal sangat membanggakan, terutama  bagi diri kita sendiri maupun bagi orang tua kita yang telah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit dalam pendidikan. Di jaman sekarang, sangatlah sulit untuk mendapatkan pekerjaan, apalagi pekerjaan yang kita idam-idamkan yang sesuai dengan ilmu yang telah kita dapatkan di bangku sekolah.

Pernah pada suatu hari saya ditanya oleh temennya bapak saya tentang pekerjaan saya, setelah saya jawab apa pekerjaan saya, Bapak tersebut berkata "Jangan pernah kamu mempermainkan pekerjaanmu, dan cintailah pekerjaanmu walaupun sebenarnya pekerjaan itu tidak seperti yang kamu harapkan, dan ada hal yang lebih penting lagi, jangan pernah kamu mempermaikan pekerjaan dengan sering berganti-ganti pekerjaan, sekali kamu mempermainkan pekerjaan, seumur hidup kamu akan seperti itu dan kamu tidak akan mempunyai pekerjaan yang tetap".

Ada hal yang saya renungkan dari nasehat bapak diatas, sudah sepantasnya kita mencintai pekerjaan kita, kita harus menumbuhkan prinsip, lakukanlah segala sesuatu pekerjaan dengan senang dan segenap hati. Jika kita sudah melakukan pekerjaan kita dengan senang dan segenap hati, maka tidak akan ada rasa berat dan bosan dalam menjalankan pekerjaan kita.

Menghargai dan mencintai pekerjaan yang kita miliki adalah hal yang seharusnya kita lakukan karena tidak semua orang bisa mendapatkan pekerjaan seperti yang kita punya.
 Begitu juga dengan menjadi seorang blogger, pada saat kita menentukan untuk menjadi blogger kita pun harus mencintai pilihan kita. apa jadinya apabila kita mempunyai blog namun kita tidak mencintainnya, sudah barang tentu blog kita pasti akan terbengkalai.

Pada kesimpulannya jika kita tidak menyukai pekerjaan dan merasa terjebak karena tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang tidak kita sukai, maka ingatlah akan satu hal. " Apabila kita tidak bisa mendapatkan apa yang kita sukai, maka cintailah apa yang kita dapatkan". Kita wajib bersyukur karena kita bisa bekerja. Di luar sana masih banyak orang yang ingin bekerja tapi belum juga mendapatkan pekerjaan.

Hari Ini Makan Apa Atau,? Hari Ini Makan Siapa..

Hari Ini Makan Apa Atau,? Hari Ini Makan Siapa..

Sebuah ketimpangan dalam masalah kesenjangan sosial masih begitu terlihat kentara di negeri ini, sebuah negeri yang dikatakan gemah ripah lohjinawi (bahasa jawa) yang artinya (tentram dan makmur serta sangat subur tanahnya).Namun dalam kenyataanya masih banyak masyarakat yang hidup jauh dari kesejahteraan. Disisi lain para pemilik modal yang besar dan para pejabat dan orang-orang yang memiliki kekuatan bisa menumpuk kekayaan, entah itu didapat dengan jalan yang benar maupun korupsi.

Hari Ini Makan Apa Atau,? Hari Ini Makan Siapa..

Hari ini makan apa,?.. Itu adalah sebuah pertanyaan yang bisa saja terjadi, bahkan didekat kita. Bagi orang-orang kecil dan masyarakat yang terpinggirkan, hari ini bisa makan saja itu sudah menjadi hal yang sangat menyenangkan, untuk urusan besok bisa makan atau tidak itu sudah menjadi urusan besok.

Melihat fenomena yang terjadi di kalangan pejabat kita yang banyak tersadung kasus korupsi, mungkin pertanyaan hari ini makan apa?. pasti tidak ada dalam kamus hidup mereka, tapi yang ada adalah Hari ini makan siapa,?. Sangat memprihatinkan memang disatu sisi masih banyak sekali orang yang hidup dalam kesengsaraan bahkan untuk makanpun mereka perlu mengais sisa-sisa makanan orang, namun disisi lain banyak orang yang mengambur-hamburkan uang rakyat untuk kepentingan pribadi.

Saya bukan orang baik dan juka bukan orang bijak, namun mari sejenak kita merenung, masih banyak orang-orang disekitar kita yang mungkin untuk makan hari ini mereka masih harus mengais-ngais, sementara kita secara tidak sadar membuang makanan yang sebenarnya masih layak untuk dimakan, bagi orang yang berkecukupan hal itu mungkin sudah tidak bermanfaat tapi bagi orang yang tidak mampu hal itu sangatlah berharga.

Tinggal beberapa hari lagi kita akan masuk di bulan suci ramadhan, bulan yang penuh berkah dan ampunan, tidak ada salahnya sebelum masuk bulan ramadhan kita sedikit meluangkan waktu dan hal kita untuk orang yang membutuhkan.
Selalu Ada Hikmah Dibalik Sebuah Musibah

Selalu Ada Hikmah Dibalik Sebuah Musibah

Musibah dan anugerah adalah dua hal yang tidak luput dari kehidupan manusia. Agama telah mengajarkan bagaimana menyikapi kedua hal tersebut. Saat mendapat musibah kita harus bersabar, dan itu baik bagi kita karena dengan kesabaran, kita berharap Allah mengampuni dosa-dosa kita. Jika mendapat anugerah kita harus menyikapinya dengan bersyukur, dan itu juga baik bagi kita. Dengan bersyukur akan menambah tabungan untuk bekal kehidupan kelak diakherat. Barang siapa bersyukur, Insya Allah, Allah akan menambah nikmat kepada orang tersebut dan barang siapa kufur, sesungguhnya azab Allah sangat pedih.


http://poskataku.blogspot.com

Sedikit cerita pribadi mengenai musibah, Pada tanggal 20 juni 2015 saya skeluarga harus kehilangan Nenek yang sangat kami cintai. Karna beliau harus kemabli kerahmatullah pada usia yang ke 97.Namun dibalik musibah dan kesedihan tersebut saya merasakan ada sebuah hikmah yang saya dapat.

Hikmah yang saya dapat dari musibah tersebut adalah kami sekeluarga bisa berkumpul dan saling bercengkrama. Itu adalah hal yang paling menyenangkan yang telah lama tidak terjadi, yang lebih spesial lagi adalah hal tersebut terjadi disaat bulan ramadhan, kami skeluarga bisa berkumpul, buka puasa bersama, makan sahur bersama, dan juga sholat brjamaah bersama. Itu menjadi berkah yang sangat membahagiakan sekali.

Sedikit menggaris bawahi dari hal diatas, sebenarnya Allah itu mengatur segala sesuatu dengan berpasang-pasangan, ada siang ada malam, ada suka dan ada duka, ada pria dan ada juga wanita, dan lain sbagainya, begitu pula dengan musibah, pasti dibalik sebuah musibah Allah mempunyai cerita lain, dan yang pasti dbalik sebuah musbah pasti akan ada hikmah yang bisa kita petik.

Dengan demikian kita sebagai manusia diharapkan untuk selalu bersabar disaat mendapat musibah, dan di lain hal kita juga harus selalu bersyukur disaat kita mendapat anugerah atau kebahagiaan.
Renungan Hikhmah Dibalik Sakit

Renungan Hikhmah Dibalik Sakit

Semua orang tentunya pernah mengalami yang namanya sakit, entah pusing, demam dan lain sebagainya, atau bahkan penyakit yang berat sehingga menyebabkan kita terpaksa harus beristirahat atau bahkan harus opname dirumah sakit.

Pada umumnya, terkadang orang memandang sakit atau penyakit yang dideritanya sebagai musibah. Pandangan itu tentu tidak ada salahnya, paling tidak ada beberapa hal mengenai itu  :
  1. Orang yang sakit akan merasa tersiksa dengan peyakit yang dideritanya.
  2. Orang yang sakit pasti harus mengeluarkan biaya yang terkadang tidak sedikit untuk mencari obat bagi penyakit yang dideritanya.
  3. Orang yang sakit pastnya tidak dapat bekerja, sehingga ia tidak dapat mencari nafkah bagi dirinya dan juga keluarganya.
Renungan  :  Hikhmah Dibalik Sakit

Dengan alasan-alasan yang tersebut diatas, sakit sepertinya menjadi musibah yang sangat nyata bagi tiap orang. Akan tetapi apabila kita dengan bijak dan pandai untuk mengambil hikmah dari setiap kejadian yang menimpa diri kita, maka dalam sakit pun sebenarnya bayak terdapat nikmat atau rahmat Tuhan YME yang harus kita syukuri.

Orang yang sedang sakit pada dasarnya mereka sedang disayang oleh Tuhannya. Mengapa bisa demikian? Allah Swt. memberikan sebuah penyakit, biasanya karena manusia telah melampaui batas dalam hal-hal tertentu, terlalu sibuk bekerja sehingga kurang dalam beristirahat, atau seperti hal yang sering terjadi saat ini yaitu terlalu banyak makan makanan tertentu yang tidak bisa diterima oleh alat pencernaan kita.

Tubuh manusia sebenarnya diciptakan oleh Allah Swt. sangat lengkap dengan mekanisme kontrol yang otomatis. Sebagai contoh  : apabila kita terlalu banyak bekerja, maka tubuh kita akan merasa kelelahan, Jika kita terlambat makan, maka kita kan merasa lapar, dan dalam keadaan seperti itu oragan-organ dalam tubuh kita akan secara otomatis memberikan peringatan kepada kita, tanpa harus kita ingatkan.

Jika sinyal-sinyal ini tidak kita hiraukan, maka tubuh kita akan menderita sakit. Disinilah Allah Swt. sedang menyapa kita, mengingatkan kita untuk hidup teratur menurut batas kemampuan tubuh kita. Apabila kita tidak sakit, mungkin kita akan terus terjebak dalam kebiasan yang salah, sehingga kerusakan yang akan diderita oleh organ tubuh kita akan semakin parah nantinya.

Orang sang sedang sakit sebenarnya sejenak diajak untuk berhenti atau beristirahat dengan rutinitas pekerjaan kesehariannya. Kita harus istirahat untuk mereveuw kembali pola hidup kita, mungkin dari pola maka, ataupun pola dalam bekerja agar tetata kembali.

Selain itu juga, orang yang harus beristirahat karena sakit, juga memiliki kesempatan yang jauh lebih banyak untuk merenunggi kembali apa yang telah dilakukan, di sini kita bisa membandingkan, orang yang sakit sebenarnya diberikan jarak dari rutinitas yang setiap hari kita lakukan, sehingga kita bisa memiliki pandangan yang lebih baik dalam memandang dirinya sendiri.

Pada sisi ini, orang-orang yang sakit sebenarnya bisa memanfaatkan masa sakitnya untuk menakar diri dan bercermin, bukan saja atas pekerjaan yang sehari-hari kita lakukan dan bukan pula atas makanan yang telah kita makan, akan tetapi jug atas hubungan sosial dengan sesama manusia, dan yang lebih utama adalah hubungan pribadi dengan Sang Pencipta Allah Swt. Oleh karena itu bayak orang yang sakit akan tetapi mereka tampak lebih soleh dan lebih santun dibandingkan ia dalam keadaan sehat. Orang-orang sepert ini bukan hanya mendapatkan istirahat yang cukup bagi kesehatannya, tetapi juga bisa mengambil hikmah dari sakitnya dengan mengenal lebih dalam kebesaran Tuhan-nya.

Orang bijak harus menganggap kesehatan sebagai rahmat terbesar untuk manusia dan belajar bagaimana caranya mengambil hikmah dari penyakitnya" --HIPPOCRATES-- 
Renungan : Menghindari Sifat Takabur

Renungan : Menghindari Sifat Takabur

Pernahkah Anda mempunyai fikiran, bahwa anda orang yang paling hebat dan paling pintar? Itu manusiawi, sebagai manusia awam yang tak luput dari godaan setan, terkadang fikiran seperti itu muncul. Tak usah dipungkiri. Saya sendiri juga pernah mempunyai fikiran seperti itu, tetapi untungnya tidak larut dalam belenggunya.

Renungan : Tak Selamanya Mutiara Itu Indah

Sifat manusia terkadang takabur, merasa paling tinggi, merasa paling penting, dan dsb. Padahal kalau kita sadari hidup ini tak mungkin berdiri sendiri semua saling terkait, akan tetappi terkadang manusia lupa akan hal itu. Demikianlah Allah menguji setiap hambanya dengan berbagai hal, untuk mengetahui mana hamba yang benar-benar bertakwa kepadaNya dan mana yang tidak.

Nah, terkait dengan ha-hal diatas, saya ingin mengutip sebuah cerita inspirasi tentang tidak selamanya hal yang kotor itu jelek ataupun tidak bermanfaat, terkadang hal yang kita pandang dengan sebelah mata tetapi malah mempunyai nila dan manfaat yang sangat penting dan bahkan sangat fital untuk kita butuhkan.

Selamat Membaca  :

*****

Ketika Tuhan menciptakan manusia, semua bagian bagian tubuh saling berebut bahwa merekalah yang paling penting.

Otak berkata " Karena aku melakukan semua fikiran, aku lah yang paling penting diantara kalian. Maka dari itu akulah pemimpin kalian."

Mata mengatakan "Aku yang melihat segala sesuatu dan akulah yang memberitahukan di mana kita berada, jadi akulah yang paling penting. dan akulah yang  harus menjadi pemimpin. "

Tangan mengatakan " Tanpa aku kita tidak akan bisa memilih apa-apa atau bergerak apa-apa. Jadi aku yang paling penting dan aku yang harus pemimpin."

Perut mengatakan "Aku yang merubah  makanan yang kita makan menjadi energi dan menyalurkannya kepada kalian. Tanpa aku, kita akan kelaparan. Jadi aku yang paling penting dan aku harus menjadi pemimpin."

Kaki mengatakan " Tanpa aku kita tidak akan bisa bergerak di mana saja. Jadi aku yang paling penting dan akulah yang harus menjadi pemimpin. "

Maka rektum pun angkat bicara. " Saya pikir saya lah yang harus menjadi pemimpin."

Semua sisa bagian tubuh tertawa dan mengatakan " KAMU ?! Kamu tidak melakukan apa-apa! Kau tidak penting! Kamu tidak akan  bisa bertanggung jawab. Kamu tidak akan pernah menjadi pemimpin. "

Rektum pun marah dan menutup salurannya.

Setelah beberapa hari, kaki semua goyah, perut sakit dang kaku, tangan semua gemetar, mata berkunang-kunag dan berkabut serta berair, dan otak tidak bisa berpikir.

Mereka semua menyerah karena mereka tidak tahan lagi dengan semuai ini, akhirnya semua anggota tubuh sepakat untuk menjadikan rektum sebagai pemimpin.

*****

Kesimpulan dari cerita ini adalah bahwasanya hidup di dunia ini saling membutuhkan dan saling berkaitan satu sama lain. Sudah sepantasnyalah kita tidak bersikap sombong ataupun takabur.

Seutas Tali Rafia

Seutas Tali Rafia

Pagi itu saat kami sekeluarga akan pergi silaturahmi ke rumah saudara, tiba-tiba dari ruang tengah terdenar suara istri saya yang sedang menggerutu, karena dia membutuhkan seutas tali rafia untuk mengikat suatu bungkusan sekedar oleh-oleh yang akan kami bawa. Keadaan menjadi heboh karena kami sekeluarga jadi sibuk semua untuk ikut mencari, alhasil bukannya ketemu tapi malah keadaan menjadi berantakan tidak karuan.

Ternyata untuk mendapatkan tali rafia tersebut dibutuhkan waktu tidak sedikit untuk mencarinya, padahal pada kesempatan lain, kadang kami membuang begitu saja tali rafia bekas yang ada. Pencarian itu tentu saja menambah pekerjaan dan membuang waktu yang ada, yang sebenarnya kami bisa berangkat lebih awal namun atas kejadian itu menjadi terlambat dari waktu yang telah kami jadwalkan.
Seutas Tali Rafia

Berkaca dari kejadian itu, memberikan saya gambaran betapa dibutuhkannya sebuah benda kecil yang terkadang kita buang dan kita perlakukan secara semena-mena tanpa memikirkan bila suatu saat kita akan membutuhkannya. Kadng tali rafia datang kerumah kita dengan tanpa sengaja atau tidak sengaja, jika kita membelinya itu bisa kita katakan segaja, namun terkadang tali rafia datang kerumah kita karena terbawa atau menyertai barang yang datang kerumah kita.

Hal yang lebih jauh dari kejadian ini memberi gambaran kepada saya bawha dalam kehidupan kita, pasti ada orang yang seberguna seperti tali rafia namun kadang terlupakan. Dalam pekerjaan terkaang ada orang yang dengan enteng tangan mau membantu kita, membuatkan segelas air teh, menyapu ruangan kantor pada pagi hari dan bahkan dengan suka rela sering mau dimintai tolong untuk hal-hal lain.

Orang-orang seperti ini kadang dipandang sepele dan terhadap orang-orang seperti ini kadang cara pandang seseorangpun tidak pantas, hanya karena pekerjaannya. Namun ketika mereka tidak ada pasti barulah akan terasa jika ada bagian di lingkaran pekerjaan kita ada yang hilang.

Begitupun hidup di masyarakat, ada kalanya kita memiliki tetangga yang menurut pandangan kita sangat enteng tangan dan suka membantu warga yang lain, dan bantuan tersebut sangat terasa suatu saat kita mendapatkan bantuannnya, dan kita akan merasa kehilangan ketika orang tersebut tidak muncul saat dibutuhkan baik didalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam hubungan antar pribadi.

Kita sadari atu tidak, mereka itu adalah pribadi yang unik, selalu menikmati pekerjaannya dan jauh dari pamrih dan terkadang mau melakukan suatu hal dengan cara yang kadang tidak kita bayangkan. Keberadaan mereka menjadi bagian dari keseharian kita, dan mereka layak untuk mendapatkan penghargaan yang lebih baik dari siapapun, bukan dari materi yang berlebih atau ucapan terima kasih yang berlebihan sampai kita terbubgkuk-bungkuk dalam mengucapkannya, namun cara pandang yang lebih baik dan pantas bagi mereka merupakan suatu hal yang indah yang dapat kita lakukan.

Itulah, jika kita mau sejenak melihat sekeliling kita, kita akan menyadari bahwa terdapat orang-orang yang menjadi "seutas tali rafia" di sekeliling kita. Sekian dan Tetaplah semangat walaupun dunia sudah hampir kiamat.