30 Maret, 2016

Segelas Cinta Secawan Duka

Tags

Selamat pagi sobat Pos Puisi judulnya aja kelihatannya enak dibaca ya, tapi isinya ngawur, sebenarnya saya lagi binggung mau buat artikel apa untuk mengisi blog ini agar selalu bisa update artikel, kalau update status sih gampang he...he...

Segelas cinta secawan duka,... kalau bicara masalah cinta pasti tak kan pernah ada habisnya, Terkadang cinta bisa membutakan mata seseorang, demi cinta orang bisa mengorbankan segala hal, dari harta, tahta, keluarga, dan juga kehormatan. Namun sebagai manusia yang deberi akal yang sempurna dibanding makhluk hidup yang lain, sebaiknya kita harus selalu realistis dalam masalah cinta, Seperti kata-katanya om Mario teguh berkut ini  :

Cinta bisa tumbuh dimana saja. Namun pandailah memilih mana yang harus disirami, atau bahkan dibiarkan menjadi layu dan mati.

Cinta memang butuh pengorbanan, tapi jangan sampai pengorbanan cinta malah akan menjadi duka dan penyesalan bagi kita dikemudian hari, seperti puisi yang saya tulis dibawah ini, tapi jangan diketawaain, lha wong ini saya tulis cuman untuk update status, eh.. salah maksud saya update artikel, silahkan dibaca puisinya.

SEGELAS CINTA SECAWAN DUKA

Saat ku datanggi hatimu
Segelas cinta kau hidangkan untuk ku
Kemarau cinta membuatku terlena
Kureguk manisnya air cintamu

Saat kau menggisi ruang tamu hatiku
Ku hidangkan secangkir madu untukmu
Dalam rakusnya gejolak neraka
Kau reguk habis sari-sari maduku

Namun kini...
Saat bunga-bunga di taman ku kian layu
Kau pun pergi dan tak pernah kembali
Tinggalkan secawan duka di hati ini

Udah dulu sampai disini nulisnya, udah kehabisan kata-kata, semoga ada hikmahnya, wuihh...hikmah, kayak tausiyah aja pakai kata-kata hikmah segala. Ok salam Blogger.

2 komentar

Wis muantappp juga mas kata katanya.
Prikitiw.

Kirain teh judul puisinya "segelas cinta secawan madu" :D Tapi puisinya keren, nice


EmoticonEmoticon