11 Maret, 2016

Renungan : Menghindari Sifat Takabur

Tags

Pernahkah Anda mempunyai fikiran, bahwa anda orang yang paling hebat dan paling pintar? Itu manusiawi, sebagai manusia awam yang tak luput dari godaan setan, terkadang fikiran seperti itu muncul. Tak usah dipungkiri. Saya sendiri juga pernah mempunyai fikiran seperti itu, tetapi untungnya tidak larut dalam belenggunya.

Renungan : Tak Selamanya Mutiara Itu Indah

Sifat manusia terkadang takabur, merasa paling tinggi, merasa paling penting, dan dsb. Padahal kalau kita sadari hidup ini tak mungkin berdiri sendiri semua saling terkait, akan tetappi terkadang manusia lupa akan hal itu. Demikianlah Allah menguji setiap hambanya dengan berbagai hal, untuk mengetahui mana hamba yang benar-benar bertakwa kepadaNya dan mana yang tidak.

Nah, terkait dengan ha-hal diatas, saya ingin mengutip sebuah cerita inspirasi tentang tidak selamanya hal yang kotor itu jelek ataupun tidak bermanfaat, terkadang hal yang kita pandang dengan sebelah mata tetapi malah mempunyai nila dan manfaat yang sangat penting dan bahkan sangat fital untuk kita butuhkan.

Selamat Membaca  :

*****

Ketika Tuhan menciptakan manusia, semua bagian bagian tubuh saling berebut bahwa merekalah yang paling penting.

Otak berkata " Karena aku melakukan semua fikiran, aku lah yang paling penting diantara kalian. Maka dari itu akulah pemimpin kalian."

Mata mengatakan "Aku yang melihat segala sesuatu dan akulah yang memberitahukan di mana kita berada, jadi akulah yang paling penting. dan akulah yang  harus menjadi pemimpin. "

Tangan mengatakan " Tanpa aku kita tidak akan bisa memilih apa-apa atau bergerak apa-apa. Jadi aku yang paling penting dan aku yang harus pemimpin."

Perut mengatakan "Aku yang merubah  makanan yang kita makan menjadi energi dan menyalurkannya kepada kalian. Tanpa aku, kita akan kelaparan. Jadi aku yang paling penting dan aku harus menjadi pemimpin."

Kaki mengatakan " Tanpa aku kita tidak akan bisa bergerak di mana saja. Jadi aku yang paling penting dan akulah yang harus menjadi pemimpin. "

Maka rektum pun angkat bicara. " Saya pikir saya lah yang harus menjadi pemimpin."

Semua sisa bagian tubuh tertawa dan mengatakan " KAMU ?! Kamu tidak melakukan apa-apa! Kau tidak penting! Kamu tidak akan  bisa bertanggung jawab. Kamu tidak akan pernah menjadi pemimpin. "

Rektum pun marah dan menutup salurannya.

Setelah beberapa hari, kaki semua goyah, perut sakit dang kaku, tangan semua gemetar, mata berkunang-kunag dan berkabut serta berair, dan otak tidak bisa berpikir.

Mereka semua menyerah karena mereka tidak tahan lagi dengan semuai ini, akhirnya semua anggota tubuh sepakat untuk menjadikan rektum sebagai pemimpin.

*****

Kesimpulan dari cerita ini adalah bahwasanya hidup di dunia ini saling membutuhkan dan saling berkaitan satu sama lain. Sudah sepantasnyalah kita tidak bersikap sombong ataupun takabur.


Artikel Terkait :



1 komentar so far

Betul sekali gan, siapapun di dunia ini pasti butuh bantuan orang lain, tidak boleh sombong bahkan sudah matipun kita membutuhkan bantuan orang lain....


EmoticonEmoticon