11 Maret, 2016

Renungan Hikhmah Dibalik Sakit

Tags

Semua orang tentunya pernah mengalami yang namanya sakit, entah pusing, demam dan lain sebagainya, atau bahkan penyakit yang berat sehingga menyebabkan kita terpaksa harus beristirahat atau bahkan harus opname dirumah sakit.

Pada umumnya, terkadang orang memandang sakit atau penyakit yang dideritanya sebagai musibah. Pandangan itu tentu tidak ada salahnya, paling tidak ada beberapa hal mengenai itu  :

  1. Orang yang sakit akan merasa tersiksa dengan peyakit yang dideritanya.
  2. Orang yang sakit pasti harus mengeluarkan biaya yang terkadang tidak sedikit untuk mencari obat bagi penyakit yang dideritanya.
  3. Orang yang sakit pastnya tidak dapat bekerja, sehingga ia tidak dapat mencari nafkah bagi dirinya dan juga keluarganya.
Renungan  :  Hikhmah Dibalik Sakit

Dengan alasan-alasan yang tersebut diatas, sakit sepertinya menjadi musibah yang sangat nyata bagi tiap orang. Akan tetapi apabila kita dengan bijak dan pandai untuk mengambil hikmah dari setiap kejadian yang menimpa diri kita, maka dalam sakit pun sebenarnya bayak terdapat nikmat atau rahmat Tuhan YME yang harus kita syukuri.

Orang yang sedang sakit pada dasarnya mereka sedang disayang oleh Tuhannya. Mengapa bisa demikian? Allah Swt. memberikan sebuah penyakit, biasanya karena manusia telah melampaui batas dalam hal-hal tertentu, terlalu sibuk bekerja sehingga kurang dalam beristirahat, atau seperti hal yang sering terjadi saat ini yaitu terlalu banyak makan makanan tertentu yang tidak bisa diterima oleh alat pencernaan kita.

Tubuh manusia sebenarnya diciptakan oleh Allah Swt. sangat lengkap dengan mekanisme kontrol yang otomatis. Sebagai contoh  : apabila kita terlalu banyak bekerja, maka tubuh kita akan merasa kelelahan, Jika kita terlambat makan, maka kita kan merasa lapar, dan dalam keadaan seperti itu oragan-organ dalam tubuh kita akan secara otomatis memberikan peringatan kepada kita, tanpa harus kita ingatkan.

Jika sinyal-sinyal ini tidak kita hiraukan, maka tubuh kita akan menderita sakit. Disinilah Allah Swt. sedang menyapa kita, mengingatkan kita untuk hidup teratur menurut batas kemampuan tubuh kita. Apabila kita tidak sakit, mungkin kita akan terus terjebak dalam kebiasan yang salah, sehingga kerusakan yang akan diderita oleh organ tubuh kita akan semakin parah nantinya.

Orang sang sedang sakit sebenarnya sejenak diajak untuk berhenti atau beristirahat dengan rutinitas pekerjaan kesehariannya. Kita harus istirahat untuk mereveuw kembali pola hidup kita, mungkin dari pola maka, ataupun pola dalam bekerja agar tetata kembali.

Selain itu juga, orang yang harus beristirahat karena sakit, juga memiliki kesempatan yang jauh lebih banyak untuk merenunggi kembali apa yang telah dilakukan, di sini kita bisa membandingkan, orang yang sakit sebenarnya diberikan jarak dari rutinitas yang setiap hari kita lakukan, sehingga kita bisa memiliki pandangan yang lebih baik dalam memandang dirinya sendiri.

Pada sisi ini, orang-orang yang sakit sebenarnya bisa memanfaatkan masa sakitnya untuk menakar diri dan bercermin, bukan saja atas pekerjaan yang sehari-hari kita lakukan dan bukan pula atas makanan yang telah kita makan, akan tetapi jug atas hubungan sosial dengan sesama manusia, dan yang lebih utama adalah hubungan pribadi dengan Sang Pencipta Allah Swt. Oleh karena itu bayak orang yang sakit akan tetapi mereka tampak lebih soleh dan lebih santun dibandingkan ia dalam keadaan sehat. Orang-orang sepert ini bukan hanya mendapatkan istirahat yang cukup bagi kesehatannya, tetapi juga bisa mengambil hikmah dari sakitnya dengan mengenal lebih dalam kebesaran Tuhan-nya.

Orang bijak harus menganggap kesehatan sebagai rahmat terbesar untuk manusia dan belajar bagaimana caranya mengambil hikmah dari penyakitnya" --HIPPOCRATES-- 

Artikel Terkait :




EmoticonEmoticon