23 Maret, 2016

Jiwa Hampa Tanpa Makna

Tags

Jiwa Hampa Tanpa Makna


Di antara bayang semu yang menjemput petang
Desah nafasku terasa ngilu..
Menikam dalam relung-relung jiwa tanpa makna
Aganku terhempas dalam nafas nafas senja

Angin malam meniup mega yang gelap gulita
Rintik air menagis membasahi pipi-pipi malam
Hatiku tetap dalam diam... 
Walau hembusan angin terus berbisik tentang indahnya malam

Wangi buga melati berhembus dalam dada
Namun purnama tetap tersenyum hambar
Saat kabut malam pergi dalam rongga dada
Namun mentari tetap malu tuk bersinar

Ketika rindu menuai kabut semu
Kurindu cahaya menyinari sukma
Menusuk kedalam heningnya hati nan syahdu
Dalam buaiyan titik-titik rindu

Masih adakah cahaya dalam cahaya
Tuk mengusir hampa  yang mengusik jiwa
Jiwa yang merana tanpa rasa
Karna rasa itu tlah pergi bersama sebuah nama


Artikel Terkait :



3 komentar

Puisinya indah dan dalam maknanya...

Aku penasaran, siapakah gerangan sebuah nama yg pergi bersama rasa?

Cinta...selalu saja bikin merana!!!

Ada deh mas, orang spesial yg selalu jadi inspirasi tulisan saya mas. :)

Ada deh mas, orang spesial yg selalu jadi inspirasi tulisan saya mas. :)


EmoticonEmoticon