01 Februari, 2015

Tentang Kita Yang Takkan Pernah Akan Kulupa

Tags

http://poskataku.blogspot.com


      Gadis itu bernama Lulu,... sedikit tomboy, periang dan juga cantik. Namaku Arya, awal pertemuanku dengan dia disebuah apartemen tempat aku bekerja,tepatnya di kota Kuala Lumpur. Mungkin karena sama-sama sebagai buruh migran di negara orang,membuat kami semakin dekat karena merasa senasib sepenanggungan.
      Dia berasal dari keluarga yang broken home, bapak dan ibunya bercerai, dan Lulu ikut ibunya yang sekarang tinggal di malaysia, tidak aneh kalau dia sedikit tomboy, mungkin karena akibat dari perceraian ibu dan bapaknya.  


*****

      Tak terasa waktu berlalu, aku dan lulu akhirnya menjadi pasangan kekasih yang sangat romantis, ku akui Lulu bukan cinta pertamaku, tapi didalam diri Lulu aku temukan kedamainan yang tak pernah aku dapatkan pada wanita lain yang pernah mengisi hatiku,aku merasa nyaman sekali setiap dekat dengannya.
      Setahun telah berlalu kami lewati masa-masa indah itu, hingga sore itu di bangku taman kota sebuah kejujuran merubah segalanya. Sore itu udara begitu cerah,matahari senja begitu indah di ufuk barat, tetapi keindahan itu berubah saat sebuah kejujuran mengungkap segalannya.
      “Arya,...maafkan aku bila kejujuran ini akan membuatmu membenciku dan juga akan mengakhiri hubungan kita” dengan nada lirih Lulu mulai membuka kata-kata, ”terserah kau menilaiku sebagai wanita  apa,semua akan aku terima,aku sangat berterima kasih kepadamu karna selama ini kau telah menerima aku apa adanya, kau yang membuat semangat hidupku kembali ada,dan kamu juga yang memberi warna dalam kehidupanku”
      “Memangnya ada apa lu..?” tanyaku, Lulu hanya terdiam, sekilas kulihat butiran air mulai membasahi pipinya.
      “Arya,...sebenarnya aku ingin menceritakan ini sejak dulu, tapi aku takut akan kehilangan dirimu, karena aku sangat mencintaimu, tapi sekarang mungkin sudah waktunya semua itu terungkap”, dengan air mata yang semakin deras membasahi pipinya Lulu melanjutkan kata-katanya “Arya...aku telah membohongimu selama ini, sebenarnya aku sudah punya suami..”
      Kepalaku bagaikan disambar petir saat mendengar kata-kata terakhir yang diucapkannya, namun aku hanya terdiam tak bisa berkata apa-apa.
      Lulu kembali melanjutkan ucapannya “Arya... namun perlu kau ketahui, ada sesuatu yang belum pernah aku ceritakan kepadamu, kamu sudah tau kalu aku berasal dari keluarga yang broken home. Aku memang sudah menikah tetapi pria yang menikahiku adalah pria pilihan ibuku, dan yang lebih menyakitkan lagi suamiku menjualku untuk dijadikan wanita penghibur, hingga pada suatu hari aku bisa kabur dan sampai ketempat ini dan bertemu denganmu.
      Rasa amarah yang berkecamuk dalam dadaku sedikit mereda dan berubah menjadi rasa iba, kupeluk tubuhnya dengan erat,aku biarkan dia menangis sepuas mungkin dalam dipelukanku.
      Sejenak kami teridam dalam fikiran masing-masing, sambil kuhela nafas dalam-dalam aku berkata “Lu... aku bisa memahamimu,dan aku akan terima dirimu apa adanya, tapi.... “tapi apa?..” lulu balik bertanya.
      “Tapi untuk melanjutkan hubungan kita statusmu harus jelas lu.., agar kita tidak masuk dalam lingkaran dosa besar yang dibenci oleh Tuhan.
      “Arya...kamu tau ndak kenapa aku ceritakan semua ini, ini karena besok aku akan pulang kerumah ayahku, ayahku telah mengetahui semua tentang keadanku dan dia memintaku pulang ke Indonesia untuk menyelesaikan semuannya.
      Tak terasa maktu hampir menjelang isya, akhirnya kami pulang dalam perjalanan pulang tak ada sepatah katapun yang terucap dari mulut kami,  kami saling terdiam dalam fikiran masing-masing.
      Sehari setelah kepulangan lulu ke Indonesia, aku merasa ada sesuatu yang hilang dalam hidupku, walupun kami sering berhubungan lewat telefon. Dua minggu telah berlalu kami pun masih saling bekomunikasi, mengijak minggu ketiga aku mulai kalang kabut karena tak ada kabar lagi dari Lulu, setiap aku telefon nomornya sudah tidak aktif, aku masih berfikir positif, tapi waktu semakin berlalu tiga bulan sudah tak terasa hari-hariku tanpa Lulu, hidupku mulai limbung,mungkinkah ini yang dinamakan cinta sejati?, aku tak tau.....
      Setahun telah berlalu, kujalani hidup meski terkadang tak memiliki makna, sampai suatu hari temanku menegurku “Bro sakit karna wanita itu.. obatnya hanyalah Wanita” aku tak mengubris perkataan temanku itu. Tapi benar juga sebulan setelah perkatan temanku, aku berkenalan dengan seorang wanita namanya Dewi. Sebulan setelah perkenalan itu aku dan dewa jadian dan langsung memutuskan untuk menikah.
      Tiga bulan berpacaran dengan dewi kami memutuskan untuk pulang ke Indonesia untuk menikah. Dua bulan berlalu setelah pernikahan aku dan dewi, kejadian mengejutkan kembali terulang, siang itu telfonku bunyi setelah kuangakat diseberang sana hanya terdengar isak tangis “aku begitu mengenal suara itu, suara yang tak asing lagi ditelingaku”
      “Kenapa kau tega lakukan semua ini” terucap suara dara telefon “aku begitu lama menunggumu, tp kenapa semua berakhir seperti ini” aku tak menjawab ,aku lagi-lagi hanya terdiam sambil kudengarkan isak tangisnya sampai telefon tertutup.
      Aku menghela nafas panjang sambil memandanggi wajah istriku yang lelap tertidur, dalam hati aku berbisik “Maafkan aku istriku, jika hatiku tak sepenuhnya milikmu,karna separuhnya lagi telah dibawa oleh orang lain.

Artikel Terkait :




EmoticonEmoticon